Nama : Fitrah
Nim : 441206936
Jurusan: Kessos
Uin Ar-Raniry fakultas Dakwah dan Komunikasi
SOSIAL CASE WORK
Ada tiga metode pokok
dalam pekerjaan sosial, yaitu metode bimbingan sosial perseorangan (social case
work), metode bimbingan sosial kelompok (social group work), dan yang terakhir
metode bimbingan sosial masyarakat (social community organization). Dimana
masing- masing metode memiliki cara berbeda dalam menggunakannya. Dan kali ini
akan saya bemberkan beberapa hal mengenai metode bimbingan sosial perorangan
atau social case work. Untuk itu langsung saja, simak paragraf berikut.
1. Pengertian Social Case Work menurut beberapa
ahli, yaitu :
a. (BRENNAN & PARKER)
Mengatakan kalau
bimbingan sosial perorangan adalah suatu metode membantu yang diarahkan pada
usaha mendorong dan menampilkan kemampuan individu dan juga perlu mencoba untuk
memperkecil tekanan lingkungan terhadap dirinya. Batasan tersebut
memperjelas bahwa dalam memberikan bantuan kepada seseorang yang terganggu
fungsi sosialnya akibat tekanan dari lingkungan, metode bimbingan sosial
perorangan berupaya untuk membantu dengan jalan mendorong dan
mengoptimalkan kembali kemampuan yang ada. Dan lebih lanjut Brennan dan Parker
mengatakan bahwa social case work itu diarahkan kepada usaha memberikan
mobilitas dari kemampuan- kemampuan yang terdapat dalam diri in divide
dan sumber- sumber di dalam masyarakat yang cocok membantu individu tersebut
dalam memecahkan masalah apapun yang dihadapinya dalam lingkungan sosialnya.
b. (PEARLMAN)
Mengatakan
kalau social case work adalah suatu proses yang diberikan oleh
suatu badan kesejahteraan sosial insane untuk membantu individu- individu
supaya lebih efektif mengatasi masalahnya didalam fungsi sosialnya. Batasan ini
agak lebih lengkap dari batasan sebelumnya, yakni didalam mem berikan bantuan
pada seseorang yang mengalami masalah sosial diperlukan kelengkapan komponen-
komponen penting yang biasa dikenal dengan 4P yaitu orang yang bermasalah atau
klien (person), masalah (problem), lembaga atau badan sosial yang mempekerjakan
seorang peksos (place), dan serangkaian tahap bantuan (proses).
Dari batasan dua ahli
diatas, dapat memberikan pengertian kepada kita bahwa inti dari metode bimbingan
sosial perorangan atau social case work itu terletak pada seseorang dengan
masalah yang disandangnya, yang datang kesuatu tempat/ badan/ bimbingan dimana
disitu dipekerjakan seorang profesional untuk membantu orang yang
bermasalah tersebut melalui suatu proses.
2. Tujuan Sosial Case Work
Tujuan dari social case
work itu sendiri. Tujuan bimbingan sosial perseorangan tidak terlepas dari
tujuan dasar pekerjaan sosial yaitu membantu individu yang bermasalah agar
individu tersebut pada akhirnya dapat membantu dirinya sendiri. Tujuan social
case work dapat diperinci sebagai berikut :
a) Membantu klien yang diarahkan untuk mendorong dan meningkatkan kemampuan
dan jika perlu memperkecil tekanan lingkungan terhadap dirinya
b) Mobilisasi kemampuan- kemampuan yang terdapat dalam diri individu dan
sumber- sumber yang ada dimasyarkat yang cocok untuk membantu individu tersebut
memecahkan maslaah apapun yang dihadapinya dalam kehidupan sosial sehari- hari.
c) Membantu individu- individu supaya lebih efektif mengatasi masalahnya yang
terkait dengan fungsi sosialnya.
3. Prinsip Sosial Case Work
Prinsip- prinsip dalam
praktek bimbingan sosial perorangan (principles of casework practice) tidak
terpisah dari pada prinsip- prinsip umum pekerjaan sosial. Prinsip- prinsip
social case work ini dilaksanakan pada seluruh kegiatan dalam praktek case work
dan dimulai pada saat pertama terjadinya hubungan pekerjaan sosial dengan klien
dan sebelum pekerjaan sosial mengetahui klien secara luas.
Prinsip- prinsip bimbingan sosial perorangan
(social case work) dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø Prinsip- prinsip umum
Prinsip ini digunakan untuk semua bimbingan sosial perorangan yang
dipergunakan bagi semua macam pekerjaan bimbingan sosial perorangan. Macam-
macam prinsip umum pada social case work
yaitu :
1. Prinsip penerimaan (the principle of acceptance)
2. Ialah bagaimanapun keadaannya klien, pekerja sosial harus dapat menerima
menurut kenyataan keadaannya secara wajar dan dihargai atau dihormati sebagi
seorang manusia dnegan segala sifat- sifat yang khusus.
3. Prinsip hubungan (the principle of communication)
4. Bahwa casework harus dapat menciptakan hubungan yang serasi dengan klien.
Sehingga klien mau dan bersedia mengemukakan segala kesukaran yang dialami dan
terbuka hatinya untuk menceritakan permasalahannya.
5. Prinsip individualisasi (the principle of individualization)
6. Ialah tiap- tiap klien haruslah dipandang sebagai suatu individu yang
berdiri sendiri, yang tidak sama dan berbeda dengan klien lainya. Perbedaan itu
disebabkan adanya perbedaan pengalaman dan latar belakang kehidupannya.
7. Prinsip partisipasi (the principle of participation)
8. Bahwa klien sendiri yang akan ditolong oleh casework harus berpartisipasi
secara aktif dalam usaha- usaha pertolongan yang diberikan.
9. Prinsip kerahasiaan (the principle of confidentiallity)
10. Adalah menyangkut hubungan kerja sama antara casework dengan klien yang
berkaitan dengan segala pembicaraan dan keterangan- keterangan mengenai
diri klien yang dikemukakannya, maka casework harus dapat merahasiakan dan
menyimpannya, serta caseworker tidak boleh memberitahukan nya kepada siapapun tanpa
mendapatkan persetujuan atau izin dari klien yang bersangkutan.
11. Prinsip kesadaran diri pekerja sosial (the principle of caseworker
self-awarnes)
12. Disini caseworker harus menyadari bahwa ia adalah pekerja sosial yang
menghadapi klien dan tak boleh menonjolkan motif pribadinya.
Ø Prinsip- prinsip khusus
Yang hanya dipergunakan sesuai dengan pelaksanaan tiap- tiap
bimbingan sosial perorangan mengingat perbedaan dari masalah yang dihadapi
klien. Sedangkan pada prinsip khusus social case work yaitu :
1. Merubah keadaan sekeliling dan
mendorong ego (environmental modification and ego support)
2. Penjelasan efek dan arti tingkah
laku (clarification of the effect and meaning of behaviour)
3. Mengungkapkan penyebab tingkah laku
yang dilupakan (uncovering the forgetten causes of behaviour)
4. Teknik Pertolongan Sosial Case Work
Teknik pertolongan
dalam bimbingan sosial perorangan ini dilaksanakan setelah pekerja sosial
memahami situasi klien dan mempunyai pengertian yang dalam masalahnya mengenai
prosedur yang tertentu. Dan ada empat macam teknik yang digunakan dalam social
case work, seperti :
1. Merubah keadaan sekeliling (manipulation of the environment)
2. Ialah menolong klien dengan berusaha merubah keadaan sekitarnya yang
menyebabkan klien menderita sesuai dnegan masalah masing- masing klien.
3. Memberikan dorongan (supportive relationship)
4. Dimaksudkan agar klien dapat mengatasi kesulitan dan masalahnya sendiri.
5. Menjelaskan persoalan (clarification o f the problem)
6. Maksudnya adlah caseworker harus member penjelasan kepada klien mengenai
kesukaran- kesukaran atau masalah yang sebenarnya, berdasarkan keterangan yang
ilmiah dan logis dan bersifat objektif dan dapat dipahami oleh klien.
7. Interpretasi (interpretation )
8. Teknik ini hampir sama dengan teknik menjelaskan persoalan, perbedaannya
bahwa interpertasi diberikan lebih mendalam dan pada umumnya berhubungan dengan
kesukaran dan penderitaan emosional.
5. Tahap-tahap Proses Sosial Case Work
Tahap- tahap dalam
proses social case work. Social case work mempunyai proses permulaan dan akhir
yang menggunkan merode ilmiah seperti pada kebanyakan profesi yang selalu
dapat diuraikan dengan langkah- langkah fungsionalnya.
Ada beberapa langkah yang digunakan dalam
proses bimbingan sosial perorangan, yaitu:
1. Tahap pengumpulan data (fact finding)
2. Ini adalah langkah pertama sebelum pekerja sosial mulai bekerja.
Pengumpulan data dimaksudkan unutk memperoleh data mengenai klien yang akan
digarap oleh pekerja sosial.
3. Tahap diagnosa
4. Dimana tahap ini pekerja sosial mulai menganalisa hasil pengumpulan data
klien. Setelah bahan- bahan yang terkumpulan dibahas unutk menentukan atau
mengetahui apa yang harus diperbuat inilah yang sangat sulit, sebab tidak
jarang bahan- bahan- bahan keterangan yang terkumpul ternyata tidak mencukupi
kebutuhan penganalisaan. Penganalisaan ini kemusian diakhiri dengan penyusunan
suatu rencana.
5. Tahap treatment (penyembuhan)
6. Tahap ini adlaah pelaksanaan bantuan dalam rnagka bimbingan sosial
perorangan. Treatment harus dilakukan berturut- turut sesuai dnegan perencanaan
yang disusun dalam tahap diagnosisa.
SOSIAL GROUP
WORK
1.
Pengertian Sosial Group Work
Bimbingan sosial kelompok ialah
orang perseorangan (individu) dan kelompok yang mengalami gangguan fungsi
sosialnya. Dalam bimbingan sosial kelompok atau social group work,
kelompok berfungsi sebagai wadah dan sarana untuk membantu individu
melalui interaksi dan program yang terarah. Program yang disusun oleh pekerja
sosial kelompok menyediakan kemungkinan- kemungkinan untuk anggota berinteraksi
dengan anggota kelompok yang lain dan mengalami proses kelompok.
2.
Fungsi Sosial Group Work
Pekerja sosial dalam social group
work ialah menjadi perantara dalam transaksi individu sosial seperti yang
banyak dilaksanakan oeleh lembaga-lembaga pemberi pelayanan kesejahteraan
sosial yang dirancang untuk mem pertemukan kebutuhan orang perorangan dengan
sumber- sumber sosial yang ada dimasyarakat.
Sedangkan tugas pekerja sosial secara umum
adalah menajdi perantara untuk menyediakan proses yang akan digunakan oleh
individu dan masyarakat untuk salaing menjangkau melalui hubungan timbal balik
untuk pemenuhan diri. Hubungan antara kebutuhan tersebut bersifat simbiotik.
Artinya hubungan antara dua pihak yang memungkinkan kedua pihak tersebut saling
memenuhi kebutuhannya masing- masing.
Pekerja sosial kelompok mempunyai
tugas dan fungsi yang tidak terlepas dari tugas dan fungsi pekerja sosial pada
umumnya, yakni sebagai seorang penolong ‘helping person’ ataupun sebagai
enabler.
3.
Tugas Pekerja Sosial Kelompok
American associatiom of social group
worker, memberikan penjelasan mengenai tugas pekerja sosial kelompok sebagai
berikut :
Pekerja sosial kelompok memungkinkan
berbagai macam kelompok untuk bertugas dengan cara bagaimanapun agar pergaulan
dalam kelompok dan kegiatan- kegiatannya dapat memberikan sumbangsih bagi
perkembangan pribadi anggota- anggotanya dalam menc apai tujuan sosial yang
telah dikehendaki.
Jika diperinci, tugas pekerja sosial
kelompok itu adalah:
1.
Membantu kelompok untuk memahami
tujuan dari badan s osial yang menyelenggarakan bimbingan sosial kelompok itu
sampai sejauh mana dapat memberikan keuntungan bagi pencapaian tujuan kelompok.
2.
Membantu kelompok dalam merumuskan
sasaran kerja, maksud, dan tujuan kelompok.
3.
Membantu kelompok dalam
mengembangkan jiwa kelompok dan keinsyafan para anggota kelompok.
4.
Membantu kelompok untuk menyadari
kemampuan- kemampuan dan kelemahan- kelemahannya sehingga ia dapat mengambil
ketentuan- ketentuan sesuai tingkatannya.
5.
Membantu kelompok untuk mengetahui
atau mengenal persoalan- persoalan yang terjadi.
6.
Membantu kelompok untuk
menyempurnakan organisasinya, kemudian membantu para pimpinannya memahami
tugas.
7.
Membantu kelompok untuk
mengembangkan tingkat sosial control dalam kelompok.
8.
Membantu kelompok dengan
mengusahakan diperolehnya sumber- sumber yang diperlukan baik dari badan sosial
maupun dari masyarakat.
9.
Membantu kelompok untuk memahami
kelompok lainnya, kemudian mengembangkan kerja sama antara mereka.
10. 10.Membantu
anggota kelompok untuk saling menerima temannya dan saling bergaul dnegan penuh
tanggung jawab sebagai sesame anggota kelompoknya.
Selain tugas- tugas diatas pekerja
sosial kelompok mempunyai beberapa macam tugas pekerjaan yang khas yang mungkin
tidak dikerjakan oleh metode lain yaitu :
1. Menyertai
kelompok dalam pertemuan atau rapat
2. Pembuatan
report (laporan)
3. Mengadakan
kontak pribadi dengan anggota
4.
Fungsi Sosial Group Work
Fungsi social group work adalah
mengusahakan terciptanya pengalaman- pengalaman yang menyenangkan dan yang
memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berinteraksi,
berpartisipasi, dan menyatakan perasaannya. Pada dasarnya fungsi social group
work adalah :
1. Menolong
individu yang tertekan atau mengalami masalah.
2. Mennolong
kelompok itu sendiri untuk mencpai tujuannya.
3. Mengadakan
kegiatan- kegiatan yang bersifat prefentif dan pengembangan.
5. Prinsip Sosial Group Work
Social group work juga mempunyai
prinsip- prinsip dalam menerapkan pelaksanaan pekerjaan sosial. Prinsip umum
pekerjaan sosial merupakan dasar dari setiap praktek metode pekerjaan sosial
khususnya bimbingan sosial kelompok. Maka perasaan, sikap, pandangan dan
tindakan-tindakan para pekerja sosial harus diselenggarakan dengan prinsip-
prinsisp umum pekerjaan sosial yaitu :
1.
Keyakinan bahwa setiap manusia
mempunyai kehormatan diri (harga diri) kemuliaan dan kesempurnaan yang hrus
dihargai dan dijunjung tinggi.
2.
Bahwa setiap manusia yang mengalami
penderitaan pribadi, ekonomi, dan sosial mempunyai hak untuk menentukan diri
sendiri, mengenai apa kebutuhan- kebutuhan dan bagaimana cara mengatasinya.
3.
Bahwa setiap orang mempunyai
kesempatan yang sama yang hanya dibatasi oleh kemampuan masing- masing.
4.
Bahwa ketiga prinsip umum tersebut
adalah berhubungaan dengan tanggu jawab sosial terhadap dirinya, keluarga, dan
masyarakat.
Sedangkan prinsip social group work
menurut H. B. Trecker mengatakan sebagai berikut :
1. Prinsip
pembentukan kelompok terencana
Dalam social group work, kelompok
merupakan kesatuan tempat dimana para individu memperoleh pelayanan untuk
mengembangkan pribadinya.
2. Prinsip
tujuan khusus
Dalam bimbingan sosial kelompok
memiliki tujuan khusus untuk perkembangan individu dn kelompok harus dirumuskan
dengan cermat oleh pekerja sosial kelompok agar dengan demikian terdapat
keserasian antara harapan dan kemampuan kelompok.
3. Prinsip
hubungan petugas kelompok yang bertujuan
Dalam bimbingan ini harus dibina
adanya hubungan yang bertujuan diantara pekerja sosial dengan anggota kelompok
dan atas dasar keyakinan bahwa pekerja sosial akan menerima anggota
kelompok sebagaimana adanya keadaan mereka.
4. Prinsip
individuakisasi yang terus menerus
Dalam prinsip ini, kita mengenal
bahwa kelompok itu berbeda- beda dan setiap anggota kelompok itu
menggunakan pengalamna kelompok dengan bermacam- macam cara untuk
memenihi kebutuhannya.
5. Prinsip
interaksi kelompok yang terpimpin
Dalam social group work, sumber
kekuatan utama untuk menggerakan kelompok dan memperngaruhi individu anggota
kelompok untuk melakukan adalah interaksi untuk saling pengaruh mempengaruhi
diantara par aanggotanya.
6. Prinsip
demokrasi dalam menentukan keinginan kelompok sendiri
Kelompok harus dibantu dalam mengambil
keputusan- keputusannya sendiri dan keinginan- keinginan yang diinginkan dan
sebanyak mungkin dibimbing untuk bertanggung jawab sesuai dnegan kemampuannya.
7. Prinsip
fungsi organisasi yang fleksibel
Proses yang dipergunakan oelh
pekerja sosial untuk membingan dalam tata kerja yang formal sama pentingnya
dengan susunan organisasi itu sendiri. Organisasi harus fleksibeldan harus
didorong bila sedang berusaha mencapai tujuan yang sama penting.
8. Prinsip
pengalaman program
Sebaiknya p rogram dalam kelompok dimulai sesuai
dengan minat anggota, kebutuhan dan pengalaman dan keinginannya, serta harus
diusahakan guna memajukan perkembangan kelompok.
9. Prinsip
penggunaan sumber
Sumber- sumber yang ada dalam
masyarakat maupun yang disekitar badan sosial/ lembaga sosial harus dapat
dipergunakan untuk memperkaya pengalaman kelompok, untuk kemanfaatan anggota
dan kelompok itu sendiri.
10. Prinsip penilaian
Penilaian yang terus menerus
terhadap proses dan hasil program atau pekerjaan kelompok adalah sangan
penting, kelompok dan badan sosial harus mengambil bagian dalam pelaksanaan
penilaian ini.