Laman

Minggu, 30 November 2014

Contoh Catatan Ringkas Peksos



Laporan Klien
Klien: inisial “AYB”
           
            AYB adalah seorang pemulung yang berada di Kota banda Aceh, tepatnya di Gampong jawa Kecamatan Kuta Raja. Sebagai Pemulung, AYB mendapatkan penghasilan lebih kurang Rp. 500.000,- per bulann. Profesi sebagai Pemulung ini telah dilakoni oleh AYB selama 3 tahun terakhir dikarenakan menurut beliau pekerjaan ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan profesi sebelumnya sebagai penyemir sepatu. AYB sebagai pemulung, beliau mengumpulkan barang-barang bekas yang berasal dari para pemulung jalanan. (Subjek/Klien PMKS)
            AYB adalah seorang anak laki-laki berumur 14 tahun yang merupakan anak putus sekolah yang saat ini masih mengikuti program Paket A. AYB tidak pernah sekolah secara formal karena keluarganya tidak sanggup menyekolahkannya. Saat ini AYB belum lancar membaca dan menulis. AYB berasal dari Sigli, Kabupaten Pidie dan sejak 5 tahun yang lalu ikut merantau ke Banda Aceh bersama kedua orang tuanya, satu orang kakak dan dua orang adik yang masih kecil-kecil. Keluarga AYB merupakan keluarga kurang mampu, dan ayah nya saat ini berada dalam penjara karena kasus kriminal. (Objek)
            Menurut Pekerja Sosial, masalah yang dihadapi oleh AYB adalah ketidakmampuan keluarga dalam mengasuh anak-anaknya. Ketidakmampuan ini dikarenakan oleh faktor ekonomi, juga faktor pengetahuan agama yang kurang. Keadaan AYB sangat memprihatinkan terutama penampilan fisiknya yang terlihat kumuh juga tatapan matanya yang hampa dan kosong. Raut wajahnya menampilkan kesedihan dan keputusasaan. AYB masih memiliki semangat untuk belajar dengan mengikuti program Paket A yang diadakan oleh Dinas Pendidikan. Penghasilan AYB digunakan untuk membantu kebutuhan keluarganya dikarenakan ayah beliau sudah tidak bekerja lagi. (assesment/hasil)
            AYB dan keluarganya merupakan keluarga yang selayaknya ditolong secara kemanusiaan. Pekerja Sosial memberikan motivasi kepada AYB untuk tetap belajar agar memiliki ilmu dan skill yang layak untuk perbaikan kehidupannya kedepan. Untuk keluarganya, Pekerja Sosial akan membantu membuatkan profil dan proposal untuk diajukan kepada pihak-pihak terkait yang menangani permasalahan kemiskinan di Aceh. Khuus untuk AYB, Pekerja Sosial telah merencanakan untuk dia mendapatkan bantuan beasiswa anak diluar sekolah dari Dinas Pendidikan. Terakhir, pekerja Sosial telah melaporkan kondisi AYB dan keluarganya kepaga Pak Keuchik dan para tokoh di Gampong jawa untuk dapat perhatian dan pertongonan dari warga. (Planing/rencana pertolongan)
           

Kamis, 27 November 2014

Sosial Case Work & Sosial Group Work

Nama   : Fitrah
Nim      : 441206936
Jurusan: Kessos
Uin Ar-Raniry fakultas Dakwah dan Komunikasi

SOSIAL CASE WORK

Ada tiga metode pokok dalam pekerjaan sosial, yaitu metode bimbingan sosial perseorangan (social case work), metode bimbingan sosial kelompok (social group work), dan yang terakhir metode bimbingan sosial masyarakat (social community organization). Dimana masing- masing metode memiliki cara berbeda dalam menggunakannya. Dan kali ini akan saya bemberkan beberapa hal mengenai metode bimbingan sosial perorangan atau social case work. Untuk itu langsung saja, simak paragraf berikut.

1.      Pengertian Social Case Work menurut  beberapa ahli, yaitu :

a.       (BRENNAN & PARKER)
Mengatakan kalau bimbingan sosial perorangan adalah suatu metode membantu yang diarahkan pada usaha mendorong dan menampilkan kemampuan individu dan juga perlu mencoba untuk memperkecil tekanan lingkungan terhadap dirinya.  Batasan tersebut memperjelas bahwa dalam memberikan bantuan kepada seseorang yang terganggu fungsi sosialnya akibat tekanan dari lingkungan, metode bimbingan sosial perorangan  berupaya untuk membantu dengan jalan mendorong dan mengoptimalkan kembali kemampuan yang ada. Dan lebih lanjut Brennan dan Parker mengatakan bahwa social case work itu diarahkan kepada usaha memberikan mobilitas dari kemampuan-  kemampuan yang terdapat dalam diri in divide dan sumber- sumber di dalam masyarakat yang cocok membantu individu tersebut dalam memecahkan masalah apapun yang dihadapinya dalam lingkungan sosialnya.



b.      (PEARLMAN)
Mengatakan kalau   social case work adalah suatu proses yang diberikan oleh suatu badan kesejahteraan sosial insane untuk membantu  individu- individu supaya lebih efektif mengatasi masalahnya didalam fungsi sosialnya. Batasan ini agak lebih lengkap dari batasan sebelumnya, yakni didalam mem berikan bantuan pada seseorang yang mengalami masalah sosial diperlukan kelengkapan komponen- komponen penting yang biasa dikenal dengan 4P yaitu orang yang bermasalah atau klien (person), masalah (problem), lembaga atau badan sosial yang mempekerjakan seorang peksos (place), dan serangkaian tahap bantuan (proses).

Dari batasan dua ahli diatas, dapat memberikan pengertian kepada kita bahwa inti dari metode bimbingan sosial perorangan atau social case work itu terletak pada seseorang dengan masalah yang disandangnya, yang datang kesuatu tempat/ badan/ bimbingan dimana disitu dipekerjakan seorang profesional untuk membantu  orang yang bermasalah tersebut melalui suatu proses.

2.      Tujuan Sosial Case Work
Tujuan dari social case work itu sendiri. Tujuan bimbingan sosial perseorangan tidak terlepas dari tujuan dasar pekerjaan sosial yaitu membantu individu yang bermasalah agar individu tersebut pada akhirnya dapat membantu dirinya sendiri. Tujuan social case work dapat diperinci sebagai berikut :

a)      Membantu klien yang diarahkan untuk mendorong dan meningkatkan kemampuan dan jika perlu memperkecil tekanan lingkungan terhadap dirinya
b)      Mobilisasi kemampuan- kemampuan yang terdapat dalam diri individu dan sumber- sumber yang ada dimasyarkat yang cocok untuk membantu individu tersebut memecahkan maslaah apapun yang dihadapinya dalam kehidupan sosial sehari- hari.
c)      Membantu individu- individu supaya lebih efektif mengatasi masalahnya yang terkait dengan fungsi sosialnya.

3.      Prinsip Sosial Case Work
Prinsip- prinsip dalam praktek bimbingan sosial perorangan (principles of casework practice) tidak terpisah dari pada prinsip- prinsip umum pekerjaan sosial. Prinsip- prinsip social case work ini dilaksanakan pada seluruh kegiatan dalam praktek case work dan dimulai pada saat pertama terjadinya hubungan pekerjaan sosial dengan klien dan sebelum pekerjaan sosial mengetahui klien secara luas.
 Prinsip- prinsip bimbingan sosial perorangan (social case work) dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø  Prinsip- prinsip umum
Prinsip ini digunakan untuk semua bimbingan sosial perorangan yang dipergunakan bagi semua macam pekerjaan bimbingan sosial perorangan. Macam- macam prinsip umum  pada social case work yaitu :
1.      Prinsip penerimaan (the principle of acceptance)
2.      Ialah bagaimanapun keadaannya klien, pekerja sosial harus dapat menerima menurut kenyataan keadaannya secara wajar dan dihargai atau dihormati sebagi seorang manusia dnegan segala sifat- sifat yang khusus.
3.      Prinsip hubungan (the principle of communication)
4.      Bahwa casework harus dapat menciptakan hubungan yang serasi dengan klien. Sehingga klien mau dan bersedia mengemukakan segala kesukaran yang dialami dan terbuka hatinya untuk menceritakan permasalahannya.
5.      Prinsip individualisasi (the principle  of individualization)
6.      Ialah tiap- tiap klien haruslah dipandang sebagai suatu individu yang berdiri sendiri, yang tidak sama dan berbeda dengan klien lainya. Perbedaan itu disebabkan adanya perbedaan pengalaman dan latar belakang kehidupannya.
7.      Prinsip partisipasi (the principle of participation)
8.      Bahwa klien sendiri yang akan ditolong oleh casework harus berpartisipasi secara aktif dalam usaha- usaha pertolongan yang diberikan.
9.      Prinsip kerahasiaan (the principle of confidentiallity)
10.  Adalah menyangkut hubungan kerja sama antara casework dengan klien yang berkaitan dengan segala  pembicaraan dan keterangan- keterangan mengenai diri klien yang dikemukakannya, maka casework harus dapat merahasiakan dan menyimpannya, serta caseworker tidak boleh memberitahukan nya kepada siapapun tanpa mendapatkan persetujuan  atau izin dari klien yang bersangkutan.
11.  Prinsip kesadaran diri pekerja sosial (the principle of caseworker self-awarnes)
12.  Disini caseworker harus menyadari bahwa ia adalah pekerja sosial  yang menghadapi klien dan tak boleh menonjolkan motif pribadinya.

Ø  Prinsip- prinsip khusus
Yang hanya  dipergunakan sesuai dengan pelaksanaan tiap- tiap bimbingan sosial perorangan mengingat perbedaan dari masalah yang dihadapi klien.  Sedangkan pada prinsip khusus social case work yaitu :
1.   Merubah keadaan sekeliling dan mendorong ego (environmental modification and ego support)
2.   Penjelasan efek dan arti tingkah laku (clarification of the effect and meaning of behaviour)
3.   Mengungkapkan penyebab tingkah laku yang dilupakan (uncovering the forgetten causes of behaviour)

4.  Teknik Pertolongan Sosial Case Work
Teknik pertolongan dalam bimbingan sosial perorangan ini dilaksanakan setelah pekerja sosial memahami situasi klien dan mempunyai pengertian yang dalam masalahnya mengenai prosedur yang tertentu. Dan ada empat macam teknik yang digunakan dalam social case work, seperti :
1.      Merubah keadaan sekeliling (manipulation of the environment)
2.      Ialah menolong klien dengan berusaha merubah keadaan sekitarnya yang menyebabkan klien menderita sesuai dnegan  masalah masing- masing klien.
3.      Memberikan dorongan (supportive relationship)
4.      Dimaksudkan agar klien dapat mengatasi kesulitan dan masalahnya sendiri.
5.      Menjelaskan persoalan (clarification o f the problem)
6.      Maksudnya adlah caseworker harus member penjelasan kepada klien mengenai kesukaran- kesukaran atau masalah yang sebenarnya, berdasarkan keterangan yang ilmiah dan logis dan bersifat objektif dan dapat dipahami oleh klien.
7.      Interpretasi (interpretation )
8.      Teknik ini  hampir sama dengan teknik menjelaskan persoalan, perbedaannya bahwa interpertasi diberikan lebih mendalam dan pada umumnya berhubungan dengan kesukaran dan penderitaan emosional.

5.      Tahap-tahap Proses Sosial Case Work
Tahap- tahap dalam proses social case work. Social case work mempunyai proses permulaan dan akhir yang menggunkan merode ilmiah seperti pada kebanyakan  profesi yang selalu dapat diuraikan dengan langkah- langkah fungsionalnya.
 Ada beberapa langkah yang digunakan dalam proses bimbingan sosial perorangan, yaitu:
1.      Tahap pengumpulan data (fact finding)
2.      Ini adalah langkah pertama sebelum pekerja sosial mulai bekerja. Pengumpulan data dimaksudkan unutk memperoleh data mengenai klien yang akan digarap oleh pekerja sosial.
3.      Tahap diagnosa
4.      Dimana tahap ini pekerja sosial mulai menganalisa hasil pengumpulan data klien. Setelah bahan- bahan yang terkumpulan dibahas unutk menentukan atau mengetahui apa yang harus diperbuat inilah yang sangat sulit, sebab tidak jarang bahan- bahan- bahan keterangan yang terkumpul ternyata tidak mencukupi kebutuhan penganalisaan. Penganalisaan ini kemusian diakhiri dengan penyusunan suatu rencana.
5.      Tahap treatment (penyembuhan)
6.      Tahap ini adlaah pelaksanaan bantuan dalam rnagka bimbingan sosial perorangan. Treatment harus dilakukan berturut- turut sesuai dnegan perencanaan yang disusun dalam tahap diagnosisa.
SOSIAL GROUP WORK
1.      Pengertian Sosial Group Work
Bimbingan sosial kelompok ialah orang perseorangan (individu) dan kelompok yang mengalami gangguan fungsi sosialnya. Dalam bimbingan sosial kelompok atau social group work, kelompok  berfungsi sebagai wadah dan sarana untuk membantu individu melalui interaksi dan program yang terarah. Program yang disusun oleh pekerja sosial kelompok menyediakan kemungkinan- kemungkinan untuk anggota berinteraksi dengan anggota kelompok yang lain dan mengalami proses kelompok.

2.      Fungsi Sosial Group Work

Pekerja sosial dalam social group work ialah menjadi perantara dalam transaksi individu sosial seperti yang banyak dilaksanakan oeleh lembaga-lembaga pemberi pelayanan kesejahteraan sosial yang dirancang untuk mem pertemukan kebutuhan orang perorangan dengan sumber- sumber sosial yang ada dimasyarakat.
Sedangkan tugas pekerja sosial secara umum  adalah menajdi perantara untuk menyediakan proses yang akan digunakan oleh individu dan masyarakat untuk salaing menjangkau melalui hubungan timbal balik untuk pemenuhan diri. Hubungan antara kebutuhan tersebut bersifat simbiotik. Artinya hubungan antara dua pihak yang memungkinkan kedua pihak tersebut saling memenuhi kebutuhannya masing- masing.
Pekerja sosial kelompok mempunyai tugas dan fungsi yang tidak terlepas dari tugas dan fungsi pekerja sosial pada umumnya, yakni sebagai seorang penolong ‘helping person’ ataupun sebagai enabler.

3.      Tugas Pekerja Sosial Kelompok
American associatiom of social group worker, memberikan penjelasan mengenai tugas pekerja sosial kelompok sebagai berikut :
Pekerja sosial kelompok memungkinkan berbagai macam kelompok untuk bertugas dengan cara bagaimanapun agar pergaulan dalam kelompok dan kegiatan- kegiatannya dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan pribadi anggota- anggotanya dalam menc apai tujuan sosial yang telah dikehendaki.

Jika diperinci, tugas pekerja sosial kelompok itu adalah:
1.      Membantu kelompok untuk memahami tujuan dari badan s osial yang menyelenggarakan bimbingan sosial kelompok itu sampai sejauh mana dapat memberikan keuntungan bagi pencapaian tujuan kelompok.
2.      Membantu kelompok dalam merumuskan sasaran kerja, maksud, dan tujuan kelompok.
3.      Membantu kelompok dalam mengembangkan jiwa kelompok dan keinsyafan para anggota kelompok.
4.      Membantu kelompok untuk menyadari kemampuan- kemampuan dan kelemahan- kelemahannya sehingga ia dapat mengambil ketentuan- ketentuan sesuai tingkatannya.
5.      Membantu kelompok untuk mengetahui atau mengenal persoalan- persoalan yang terjadi.
6.      Membantu kelompok untuk menyempurnakan organisasinya, kemudian membantu para pimpinannya memahami tugas.
7.      Membantu kelompok untuk mengembangkan tingkat sosial control dalam kelompok.
8.      Membantu kelompok dengan mengusahakan diperolehnya sumber- sumber yang diperlukan baik dari badan sosial maupun dari masyarakat.
9.      Membantu kelompok untuk memahami kelompok lainnya, kemudian mengembangkan kerja sama antara mereka.
10.  10.Membantu anggota kelompok untuk saling menerima temannya dan saling bergaul dnegan penuh tanggung jawab sebagai sesame anggota kelompoknya.

Selain tugas- tugas diatas pekerja sosial kelompok mempunyai beberapa macam tugas pekerjaan yang khas yang mungkin tidak dikerjakan oleh metode lain yaitu :
1.      Menyertai kelompok dalam pertemuan atau rapat
2.      Pembuatan report (laporan)
3.      Mengadakan kontak pribadi dengan anggota
4.      Fungsi Sosial Group Work
Fungsi social group work adalah mengusahakan terciptanya pengalaman- pengalaman yang menyenangkan dan yang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berinteraksi, berpartisipasi, dan menyatakan perasaannya. Pada dasarnya fungsi social group work adalah :
1.    Menolong individu yang tertekan atau mengalami masalah.
2.    Mennolong kelompok itu sendiri untuk mencpai tujuannya.
3.    Mengadakan kegiatan- kegiatan yang bersifat prefentif dan pengembangan.

5.      Prinsip Sosial Group Work
Social group work juga mempunyai prinsip- prinsip dalam menerapkan pelaksanaan pekerjaan sosial. Prinsip umum pekerjaan sosial merupakan dasar dari setiap praktek metode pekerjaan sosial khususnya bimbingan sosial kelompok. Maka perasaan, sikap, pandangan dan tindakan-tindakan para pekerja sosial harus diselenggarakan dengan prinsip- prinsisp umum pekerjaan sosial yaitu :
1.    Keyakinan bahwa setiap manusia mempunyai kehormatan diri (harga diri) kemuliaan dan kesempurnaan yang hrus dihargai dan dijunjung tinggi.
2.    Bahwa setiap manusia yang mengalami penderitaan pribadi, ekonomi, dan sosial mempunyai hak untuk menentukan diri sendiri, mengenai apa kebutuhan- kebutuhan dan bagaimana cara mengatasinya.
3.    Bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama yang hanya dibatasi oleh kemampuan masing- masing.
4.    Bahwa ketiga prinsip umum tersebut adalah berhubungaan dengan tanggu jawab sosial terhadap dirinya, keluarga, dan masyarakat.

Sedangkan prinsip social group work menurut H. B. Trecker mengatakan sebagai berikut :
1.    Prinsip pembentukan kelompok terencana
Dalam social group work, kelompok merupakan kesatuan tempat dimana para individu  memperoleh pelayanan untuk mengembangkan pribadinya.
2.    Prinsip tujuan  khusus
Dalam bimbingan sosial kelompok memiliki tujuan khusus untuk perkembangan individu dn kelompok harus dirumuskan dengan cermat oleh pekerja sosial kelompok agar dengan demikian terdapat keserasian antara harapan dan kemampuan kelompok.

3.    Prinsip hubungan petugas kelompok yang bertujuan
Dalam bimbingan ini harus dibina adanya hubungan yang bertujuan diantara pekerja sosial dengan anggota kelompok dan atas dasar keyakinan bahwa pekerja sosial akan menerima anggota kelompok   sebagaimana adanya keadaan mereka.

4.    Prinsip individuakisasi yang terus menerus
Dalam prinsip ini, kita mengenal bahwa kelompok itu berbeda- beda dan setiap anggota kelompok itu menggunakan  pengalamna kelompok dengan bermacam- macam cara untuk memenihi kebutuhannya.

5.    Prinsip interaksi kelompok yang terpimpin
Dalam social group work, sumber kekuatan utama untuk menggerakan kelompok dan memperngaruhi individu anggota kelompok untuk melakukan adalah interaksi untuk saling pengaruh mempengaruhi diantara par aanggotanya.

6.    Prinsip demokrasi dalam menentukan keinginan kelompok sendiri
Kelompok harus dibantu dalam mengambil  keputusan- keputusannya sendiri dan keinginan- keinginan yang diinginkan dan sebanyak mungkin dibimbing untuk bertanggung jawab sesuai dnegan kemampuannya.
           
7.    Prinsip fungsi organisasi yang fleksibel
Proses yang dipergunakan oelh pekerja sosial untuk membingan dalam tata kerja yang formal sama pentingnya dengan susunan organisasi itu sendiri. Organisasi harus fleksibeldan harus didorong bila sedang berusaha mencapai tujuan yang sama penting.

8.    Prinsip pengalaman program
Sebaiknya p rogram dalam kelompok dimulai sesuai dengan minat anggota, kebutuhan dan pengalaman dan keinginannya, serta harus diusahakan guna memajukan perkembangan kelompok.

9.    Prinsip penggunaan sumber
Sumber- sumber yang ada dalam masyarakat maupun yang disekitar badan sosial/ lembaga sosial harus dapat dipergunakan untuk memperkaya pengalaman kelompok, untuk kemanfaatan anggota dan kelompok itu sendiri.

10. Prinsip penilaian
Penilaian yang terus menerus terhadap proses dan hasil program atau pekerjaan kelompok adalah sangan penting, kelompok dan badan sosial harus mengambil bagian dalam pelaksanaan penilaian ini.